Monday, February 25, 2008

OpenOffice

OpenOffice, software yang satu ini buat gw semakin jatuh cinta aja. Setelah sekian lama Microsoft Office mendominasi pasar software perkantoran, akhirnya ada juga software padanan yang gratis. Meskipun baru sekitar 8 bulan digunakan, buat gw OpenOffice menyediakan fitur yang cukup untuk keperluan pengetikan.

Cukup install OpenOffice kita sudah mendapatkan beberapa paket seperti: Text Document pengganti Word, Spreadsheet pengganti Excel, Presentation pengganti Power Point, Drawing, dan Database pengganti Access. Format file OpenOffice lebih tahan terhadap serangan virus. Dalam artian sampai saat ini belum ada virus yang bisa merusak data yang disimpan dengan format OpenOffice.

OpenOffice mempunyai beberapa kelebihan diantaranya bisa membaca format file Microsoft Office, dapat di simpan ke bentuk pdf(portable data format), dan tentunya gratis. Antarmuka menu-menu nya juga mirip dengan Microsoft Office, sehingga ketika migrasi ke OpenOffice pengguna Microsoft Office tidak canggung lagi.

Kita dapat mendownload rilis terbarunya di www.openoffice.org dan bahkan versi lama juga masih tersedia. Dengan dukungan programmer-programmer seluruh dunia tentunya fitur-fitur yang ditawarkan OpenOffice akan lebih bertambah. Kita tunggu saja.

Friday, February 15, 2008

Perpisahan SMA

Teringat sekitar tujuh tahun lalu lulus SMA. Untuk merayakannya gw ma temen2x 3 P 1 nginep di villa di daerah Bogor. Baru pertama kali saat itu gw nginep di villa, senengnya bukan maen. Lokasinya sekitar 300 meter dari jalan masuk ke arah Kota Bunga, gw lupa nama vilanya, tapi di villa tersebut terdapat gua yang tepat berada di belakang villa. Sayang hanya beberapa temen2x gw yg ikut, mereka adalah Doni, Andhika, Arif, Cut Hela, Regina, Bintoro, Rully Hatta, dan GW. (Siapa lagi y... gw lupa)

Kita sepakat kumpul di sekolah tercinta sebelum beranjak ke Bogor. Setelah semua temen2x kumpul dan perbekalan sudah dibawa, kita berangkat naik Pusaka. Sampai di Bogor Kota, kita istirahat dulu sambil sholat Jum'at. Ketika wudhu, temen gw Bintoro lupa memasang jam tangannya, walhasil raib deh. Selesai semua sholat, kita makan di warteg (wah makannya gw ngirit, duitnya pas banget sih..).

Selanjutnya kita naik angkot ke arah Cianjur, kebetulan lokasi angkot tidak jauh dengan warteg tempat kita makan. Subhanallah.. pemandangannya bagus banget.. seger dan sejuk lagi udaranya. Kita turun di jalan ke arah Kota Bunga, dan sedikit berjalan kaki untuk ke villa.

Malem harinya lengkap dengan makan ayam panggang + indomie rebus. Dingin bangettt.... pas malem hari, untungnya bawa jaket. Ngobrol dengan penunggu rumah, ternyata dia pernah ke Tangerang. PAgi harinya kita jalan2x ke sungai di seberang jalan. Airnya kotor, si Rully ngajakin mandi di kali gw ndak mau donk.

Setelah sholat Dzuhur kita cabut deh dari villa. Mmm... jadi pengen ke sono lagi tapi kapan y? Waktu itu kita kena charge Rp. 500 ribu semalam.

Thursday, February 14, 2008

Kancing Presiden


Kancing Presiden alias jengkol merupakan makanan yang gw benci.....dulunya... Tapi lambat laun suka juga nih. Minggu kemaren, emak gw masak semur jengkol, wow mantebbb. Konsekuensinya sih pasti bau mulut dan yg lebih buruk kamar mandi juga ikut bau.

Yah, namanya juga makanan daerah harus kita lestarikan. Ada beberapa cara untuk mengolah jengkol, bisa di dendeng, semur, atau dibuat kerupuk. Dan ketiganya gw dah pernah nyobain. Terutama semur jengkol lebih sedap kalo di pasangkan dengan nasi uduk.

Ada yg pernah coba jengkol? jangan malu-malu nikmat lho...

Monday, February 4, 2008

Open Source Software


Hak atas kekayaan intelektual (HAKI) telah diatur oleh Undang-undang No 19 Tahun 2002, dengan pemberlakuan undang-undang tersebut mengharuskan semua masyarakat baik individu maupun organisasi di dalam pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan pekerjaan dituntut harus menggunakan perangkat lunak (software) yang legal yaitu dengan membeli lisensi software asli dari masing-masing vendor.

Tentu saja pembelian lisensi software akan sangat memberatkan masyarakat, dunia usaha, dan juga pemerintah. Apalagi dengan semakin naiknya nilai US Dollar terhadap rupiah tentunya sangat mempengaruhi nilai jual software tersebut, karena harga semua produk IT selalu berdasarkan US Dollar. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah sebenarnya seberapa mahal sih software untuk satu komputer? Mari sama-sama kita hitung. Untuk komputer dengan kerja standar seperti untuk pengolah kata dan pengolah data, ada beberapa software yang harus di instal seperti:

1. Sistem Operasi
2. Software Office

Selama ini kita dicekoki software yang berasal dari Microsoft, seperti Windows dan Microsoft Office. Harga masing-masing software tersebut sangat mahal, mengalahkan harga dari hardware komputer itu sendiri. Untuk Sistem Operasi Windows XP Professional SP 2 dihargai dengan $ 295. dan Microsoft Office 2007 dengan harga $ 426 (Sumber www.bhinneka.com (18/08)). Ingat pembelian lisensi software ini hanya dipergunakan untuk 1 komputer saja. Jika mempunyai 10 komputer di kantor, anda harus membeli 10 lisensi software untuk Windows XP dan 10 lisensi software Microsoft Office. Pengeluaran yang sangat besar bukan, dan ingat itu hanya harga software saja belum termasuk hardware.

Jika kita membeli software lisensi, berarti kita telah memberi orang-orang asing kemakmuran sementara negara kita sendiri tetap miskin. Lalu adakah jalan keluarnya? Jawabannya YA ADA!!!. Ada cara untuk menggunakan software secara legal dan gratis yaitu dengan menggunakan Open Source Software.

Open Source Software merupakan software yang dapat dipergunakan secara bebas dan dapat dimodifikasi dengan lisensi GPL. Artinya terdapat padanan untuk software-software berlisensi. Apa saja padanan untuk software berlisensi bayar, berikut lampirannya (software standar yang biasa digunakan di kantor):

Dari daftar padanan software diatas, kita bisa mengira berapa rupiah yang harus kita investasikan untuk membeli satu komputer berlisensi. Untuk mencek harga software berlisensi dapat mengunjungi www.bhinneka.com. Jadi masihkan kita ingin menggunakan komputer berlisensi bayar?

Lalu apa solusinya? Solusinya dengan menggunakan Open Source Software. Ketika disodorkan dengan jawaban ini pasti banyak orang yang berkata “Ah susah menggunakannya”. Open Source Software tidak susah, banyak referensi tutorial yang tersedia di toko buku maupun internet atau kita bisa meminta bantuan rekan-rekan komunitas pecinta open source untuk mengadakan pelatihan.

Tidak ada alasan kuat mengatakan belajar Open Source Software susah, pasalnya ketika pertama kali mengenal komputer kita juga mengungkapkan kata yang sama “SUSAH”.

Penulis sendiri sudah menggunakan Open Source Software dengan rincian sebagai berikut:

1. Sistem Operasi Ubuntu 7.04
2. Office OpenOffice 2.2
3. Gimp 2.0
4. Kino (DVD Editing)

Lampiran software di atas sudah termasuk ketika meng-install sistem operasi Ubuntu 7.04, jadi tidak perlu repot-repot. Jika saya bisa kenapa anda tidak, mari menggunakan Open Source Software. Dan keuntungan dalam menggunakan Linux (Ubuntu), virus yang biasanya menyerang software windows tidak bisa membahayakan data kita.

Penggunaan Open Source Software tentu akan sangat meringankan keuangan empunya komputer karena tidak diharuskan membayar uang yang jumlahnya tidak sedikit. Disamping itu sebagai media pembelajaran terhadap dunia Teknologi Informasi yang semakin berkembang cukup pesat.

Bagi teman-teman yang berminat mengenai penggunaan Open Source Software dapat menghubungi Kantor Pengolahan Data Elektronik.